Sementara itu, panitia terus mematangkan persiapan di lapangan. Sejumlah rapat teknis dan koordinasi dengan instansi terkait digelar intensif seminggu terakhir di Kupang.
Tim Teknis yang dipimpin Arya Murti Wardana juga telah menyiapkan semua kebutuhan lomba mulai dari rute, rambu penanda yang diperlukan, maupun kelengkapan di venue start dan finis.
Seluruh logistik perlengkapan venue start dan finis seperti tenda, panggung, gate, barikade A board, toilet portable, misty fan, dan lain-lain akan dipindahkan back to back sesuai pergerakan tim. Rombongan bergerak dinamis berpindah kota dalam sepuluh etape balapan.
Rambu penanda disiapkan untuk mengantisipasi kondisi jalan yang kurang mulus di beberapa titik antara Atambua-Soe maupun Ende-Bajawa.
Identitas bagi seluruh kendaraan pendukung tim telah disiapkan berupa stiker yang ditempelkan di kendaraan. Ada sekitar 70 mobil dan 40 sepeda motor marshal yang bergerak dalam konvoi besar bersama para pembalap.
Manajer Safety Eva Yulianto menjelaskan, rombongan balap sepeda itu bergerak dalam kecepatan tinggi yang bisa mencapai 50-70 km/jam di jalan datar dan menurun.



Tinggalkan Balasan