Direktur Utama KSP TLM Indonesia, Zelsy N. W. Pah, menekankan pentingnya pemetaan potensi unggulan desa dan dukungan terhadap kredit konsumtif produktif, terutama untuk sektor pendidikan dan pertanian.

“Bank NTT bisa hadir sebagai mitra kolaborasi untuk menjangkau segmen pendidikan menengah ke atas. Kredit modal pendidikan ini sangat penting,” ujar Zelsy.

Ia juga menyoroti kebutuhan pembiayaan traktor bagi para petani. Menurutnya, akses terhadap alat pertanian modern akan berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa.

Namun, tantangan besar masih dihadapi, seperti rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap digitalisasi layanan perbankan.

FGD ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mendorong optimalisasi PAD Provinsi NTT melalui sektor UMKM.

Kolaborasi lintas sektor, akses permodalan, pendampingan, serta edukasi digital dan keuangan menjadi pilar penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi daerah secara inklusif. (*)