Selain penutupan lubang, BPJN NTT juga tengah mempersiapkan pemasangan pagar pengaman di sejumlah titik rawan longsor, terutama di wilayah Flores yang dikenal memiliki medan berat.
Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang juga akan dipasangi pengaman di sisi longsoran.
“Pemasangan pengaman ini sedang disiapkan oleh teman-teman satuan kerja di wilayah masing-masing. Kami ingin memastikan keamanan peserta dan masyarakat di sepanjang rute,” jelasnya.
Tak hanya itu, BPJN NTT juga tengah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas berstandar nasional. Koordinasi terkait desain dan penempatan rambu masih berlangsung, dengan dinas teknis serta panitia event organizer (EO) Tour de EnTeTe.
“Selain rambu, kami juga siagakan alat berat di beberapa lokasi rawan, seperti area rawan longsor, erupsi, dan abu vulkanik. Kami berupaya semaksimal mungkin agar semua persiapan infrastruktur selesai sebelum 4 September,” tegas Janto.
Dengan berbagai persiapan tersebut, BPJN NTT memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Tour de EnTeTe 2025, baik dari sisi teknis maupun infrastruktur jalan.



Tinggalkan Balasan