“Untuk segmen mikro, mereka berasal dari pelaku usaha kecil yang terbukti mampu meningkatkan ekonomi keluarga melalui usaha mandiri. Sedangkan Be Ju Bisa merupakan layanan keuangan tanpa kantor, menjangkau wilayah-wilayah yang belum memiliki unit Bank NTT secara fisik,” jelas Romi.

Sementara Di@ Bisa, lanjutnya, menyasar generasi muda, termasuk mahasiswa yang mulai mengembangkan usaha. Mereka dilatih untuk menjadi agen layanan transaksi seperti pembelian pulsa dan layanan keuangan lainnya.

“Tujuannya adalah membentuk insting bisnis sejak dini. Ketika mereka sudah siap menekuni usaha secara serius, Bank NTT siap mendukung dengan fasilitas yang ada,” tambahnya.

Penilaian terhadap nasabah terbaik didasarkan pada pertumbuhan usaha, kedisiplinan dalam membayar kewajiban, volume transaksi, dan saldo yang dimiliki. Romi berharap, penghargaan ini dapat memotivasi nasabah lainnya untuk terus berkembang bersama Bank NTT.

“Di Manggarai, jumlah agen Di@ Bisa sudah mencapai 3.800 orang. Sementara Be Ju Bisa telah tersebar di sembilan kecamatan dengan lebih dari 70 agen aktif,” ungkapnya.