Lebih jauh, Plt Dirut Bank NTT menekankan bahwa generasi muda harus memahami pentingnya literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya, tingkat literasi keuangan di Indonesia bagian timur masih relatif rendah sehingga perlu ada agen-agen perubahan di kalangan pemuda.

“Literasi dan inklusi keuangan masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah timur Indonesia. Saya berharap adik-adik bisa menjadi agen perubahan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kalian punya modal semangat, disiplin, dan karakter, tinggal kita asah dengan keterampilan dan pengetahuan,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan nyata, Bank NTT memberikan tabungan senilai Rp1 juta kepada setiap anggota Paskibraka NTT 2025. Yohanis menegaskan bahwa pemberian tabungan ini bukan hanya sekadar hadiah, melainkan sarana edukasi finansial bagi generasi muda.

“Kami percaya masa depan adik-adik sangat cerah. Ada yang bercita-cita menjadi TNI, Polri, pegawai negeri, bahkan mungkin bekerja di sektor perbankan. Semuanya terbuka. Bank NTT siap mendukung perjalanan itu. Karena itu, tabungan ini bukan hanya hadiah, tetapi juga motivasi untuk belajar mengelola keuangan sejak dini,” jelas Yohanis.