“Biaya pemasangan sambungan awal tergolong besar. Karena itu, kami hadir untuk membantu masyarakat kecil. Ini juga bagian dari komitmen kami dalam mendukung instruksi Bupati untuk memperluas akses air bersih,” ujar Rudolfus.

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada warga penerima agar menggunakan air secara bijak agar tidak mengalami kesulitan dalam pembayaran tagihan di kemudian hari.

Salah satu penerima bantuan, Maria Oki dari Desa Oenino, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia mengaku selama ini harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih dari sumber alam.

“Sekarang kami bisa menikmati air bersih langsung di rumah. Terima kasih kepada pemerintah, PDAM, dan Bank NTT yang telah membantu,” ucap Maria haru.

Hal serupa diungkapkan Yuliana Kolo dari Desa Bisafe. Ia merasa bangga bisa menerima bantuan tepat pada hari kemerdekaan. “Ini hadiah paling berarti bagi kami. Semoga program ini terus berlanjut untuk membantu masyarakat lain,” katanya.

Program sambungan air gratis ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab TTU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan dasar, sekaligus menjadi simbol kemerdekaan yang dirasakan hingga ke pelosok daerah. (*/ab)