Pada kesempatan tersebut Gubernur juga berkomitmen untuk bersinergi bersama DPRD Provinsi NTT serta Pemerintah Pusat untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas serta sarana prasarana RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes.

”Saya bersama Wakil Gubernur Bapak Johanis Asadoma dan DPRD Provinsi NTT serta Pemerintah Pusat ke depannya akan berupaya membenahi kualitas infrastruktur serta sarana prasarana serta pendukung lainnya di RSUD Johannes ini agar pelayanan lebih optimal dan maksimal. Rumah sakit ini harus terus menjadi kebanggaan masyarakat NTT,” tambah Gubernur.

Gubernur Melki juga berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan DSA (Digital Subtraction Angiography) sebagai bentuk pengembangan dan penerapan dari radiologi. Hal ini juga untuk mengembalikan marwah dan kebanggaan masyarakat NTT kepada Prof. Dr. W. Z. Johannes sebagai Putra NTT yang menjadi ahli radiologi pertama di Indonesia.

”Prof. dr. Wilhelmus Zakaria Johannes yang saat ini namanya dipakai rumah sakit ini itu merupakan Putra NTT yang hebat dan menjadi ahli radilogi pertama di republik ini. Jadi kita perlu hadirkan pelayanan DSA pertama di NTT dan itu menjadi kebanggaan beliau Prof. dr. Wilhelmus Zakaria Johannes dan kita sekalian,” tambahnya.