Ia juga menyebut bahwa pembangunan aula ini sangat spesial karena menjadi simbol syukur Romo Ardi atas 25 tahun pelayanan imamat yang dirayakan secara inklusif dan menyentuh kepentingan banyak umat.

“Biasanya pesta perak itu dirayakan secara eksklusif. Tapi Romo Ardi memilih cara inklusif—dengan membangun sesuatu yang bisa digunakan bersama oleh umat. Ini sangat inspiratif dan sejalan dengan semangat inklusivitas Bank NTT,” jelas Romi.

Romi juga mengenang bahwa bantuan pertama Bank NTT untuk Paroki Cewonikit adalah saat pembangunan Gua Maria, yang kini menjadi pusat devosi umat Katolik setempat.

“Dari pembangunan Gua Maria hingga aula ini, kolaborasi yang kami bangun menunjukkan dampak positif tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan spiritual,” pungkasnya.

Dengan bantuan ini, Bank NTT kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan yang tak hanya fokus pada aspek bisnis, namun juga peduli terhadap pembangunan sosial dan spiritual masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (*/ab)