Persebata Lembata bukan sekadar tim bola. Di setiap laga, ada sorak anak-anak dari tepi pantai, ada orang tua yang datang jauh dari desa, ada wajah-wajah yang percaya bahwa kemenangan di lapangan adalah kemenangan seluruh pulau.
Dan kelak, ketika peluit panjang berbunyi di stadion, entah di Kupang, Makassar, atau Jakarta, para pemain Persebata akan membawa bukan hanya skor kemenangan, tapi juga cerita tentang sebuah pulau kecil yang menolak dilupakan.
Tentang Lembata yang percaya, dengan satu bola dan seribu doa, mimpi bisa terbang lebih jauh dari ombak Laut Lamalera, tempat ikan paus bermain. (*/ab)
Halaman



Tinggalkan Balasan