“Kebanyakan yang beli sekarang itu mahasiswa dan pegawai. Mereka jarang bawa dompet, tinggal buka HP dan bayar pakai QRIS. Sangat membantu,” jelas Jefri, yang telah menjalankan usahanya sejak tahun 2018.

Bank NTT sendiri terus menggencarkan sosialisasi penggunaan QRIS sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dan percepatan transformasi digital di sektor keuangan. Penggunaan QRIS dinilai aman, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang kini semakin bergantung pada smartphone.

Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, Bank NTT diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif, praktis, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM. (*/ab)