Ia mengaku sudah bertemu sejumlah pihak, baik itu komunitas angkot dan pick up. Dari pertemuan tersebut, pemerintah mendapat banyak masukan, dan dengan mempertimbangkan semua aspirasi, maka ada surat edaran yang sudah dikeluarkan sebagai acuan.

“Surat edaran itu yang harus kita penuhi. Ini semua untuk keselamatan penumpang. Jadi kita semua harus memahami dan menaati aturan yang ada. Ini kan tidak ada pegangan, dan saya minta tidak ada yang duduk di pintu belakang. Semuanya duduk di tempat duduk, kalau tidak ini membahayakan,” tegasnya.

Wagub juga mengingatkan masyarakat, untuk tidak membuat demonstrasi sampai dengan merusak fasilitas negara.

“Kalau ada keluhan, silahkan datang dan sampaikan secara baik-baik. Jangan sampai demo dan bikin rusak pagar. Kita sudah kantongi bukti-bukti dan siapa yang terlibat, tapi pemerintah tidak mungkin melaporkan rakyatnya. Yang demo juga rakyat kami,” ucapnya.

Ia berharap semua pihak tetap menjaga keamanan dan kenyamanan. “Mari kita menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya. (*)