Seba, KN – Sabtu pagi, 12 Juli 2025, halaman Kantor Cabang Bank NTT di Seba tampak lebih sibuk dari biasanya. Di antara lalu-lalang pegawai berseragam biru tua dan putih, aroma antiseptik khas rumah sakit menyelinap di udara, mengalahkan bau kopi yang mengepul dari termos.

Satu per satu, para karyawan dan karyawati Bank NTT Cabang Sabu duduk di depan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sabu Raijua untuk menyumbangkan darah mereka. Hasilnya: sepuluh kantong darah terkumpul hari itu.

“Ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk kepedulian nyata bagi sesama,” kata Mathias Tifaona, Kepala Cabang Bank NTT Sabu, kepada SelatanIndonesia.com. “Kami ingin ulang tahun ke-63 Bank NTT menjadi momentum hidup sehat dan saling berbagi.”

Namun, semangat berbagi tak berhenti di sana. Usai aksi donor darah, tim kecil dari Bank NTT Cabang Sabu bergegas menuju arah selatan, menembus jalan tanah dan debu menuju Kecamatan Liae, wilayah yang jarang tersorot kamera tetapi menyimpan denyut kehidupan masyarakat Sabu yang keras dan jujur.

Di tiga desa: Ledeke, Eilogo, dan Hallapaji, warga telah menanti sejak pagi. Beberapa anak berlari-lari di antara tumpukan karung beras, sementara para ibu dengan kain ikat khas Sabu memandang penuh harap.