Namun sorotan utama hari itu tetap tertuju pada CMS: sebuah lompatan dari administrasi konvensional menuju ekosistem digital desa. Dengan langkah ini, Rote Ndao bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga menanam fondasi keuangan yang sehat dan terukur di akar pemerintahan.

“Transparansi itu bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Bupati Paulus Henuk. “Dan teknologi dari Bank NTT adalah kendaraan yang membawa desa-desa kita ke masa depan yang lebih bersih.”

Jika CMS Siskeudes ini berhasil dijalankan tanpa hambatan, maka Rote Ndao akan menjadi salah satu kabupaten pelopor reformasi keuangan desa berbasis digital di kawasan timur Indonesia. Suatu prestasi senyap yang dibangun lewat kerja sama antara pemda yang visioner dan bank daerah yang tak lagi berpikir konvensional. (*/ab)