CSR yang biasanya identik dengan program pelatihan atau penanaman pohon, kali ini diwujudkan dalam bentuk yang lebih fundamental: material bangunan.
Barang-barang ini akan diarahkan ke program pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung rumah sehat, akses sanitasi, dan fasilitas pendukung gizi untuk masyarakat miskin dan rentan stunting.
“Bank NTT tidak sekadar hadir sebagai lembaga keuangan, tapi menjadi mitra strategis dalam pembangunan sosial,” ujar Glaanthyano S.R. Ndoen. Menurutnya, semangat ini sejalan dengan misi Gubernur NTT dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong perbankan daerah lebih dekat ke akar persoalan masyarakat.
Halaman



Tinggalkan Balasan