Salah satu yang disebutkan dalam pemaparan tersebut yakni pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, Bank NTT, komunitas, pemerintah, dan media massa.
Menurutnya, akademisi berperan memberikan analisis faktual untuk mendukung kebijakan pemerintah; dunia usaha menyediakan investasi dan lapangan kerja, komunitas berperan aktif dalam program inklusi dan literasi keuangan. Selanjutnya, pemerintah menetapkan kebijakan yang tepat dan media massa berperan dalam pengawasan dan promosi potensi daerah.
Komitmen ini selaras dengan harapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta arahan untuk mendukung program hilirisasi dan cita-cita Presiden, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan pembangunan dari desa.
“Kami selaku pengurus dan juga seluruh karyawan-karyawati menyampaikan bahwa apa yang disampaikan pemegang saham itu kami lakukan, sehingga PAD NTT, pemerintah kota dan kabupaten akan mengalami kenaikan pendapatan dan laba,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Yohanis Landu Praing, Bank NTT fokus pada beberapa strategi yakni digitalisasi, UMKM, Infrastruktur, Kanal Pembayaran dan Kolaborasi.



Tinggalkan Balasan