Energi dan Diplomasi: Tantangan Kawasan Pinggiran
Dalam sesi diskusi, berbagai pandangan mengemuka, termasuk soal pentingnya melihat energi dalam konteks geopolitik dan diplomasi. Potensi panas bumi NTT disebut dapat menjadi contoh model kerja sama internasional berbasis kearifan lokal, bukan dominasi modal asing.
Prof. Agung Harijoko, Guru Besar Geologi dari Universitas Gadjah Mada, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, namun pemanfaatannya masih minim. “Flores dan kawasan lain di NTT adalah bagian dari cincin api dunia, yang menyimpan cadangan panas bumi besar. Tapi kita masih terkendala kebijakan, investasi, dan SDM,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan geotermal memerlukan pemahaman geologi mendalam serta dukungan kebijakan yang ramah investor dan berpihak pada masyarakat. “Energi geotermal adalah energi bersih, dan bisa digunakan tak hanya untuk listrik, tapi juga pemanasan rumah kaca, spa, atau pengolahan hasil pertanian,” tambah Prof. Agung.



Tinggalkan Balasan