“Jadi nanti pada RUPS Luar Biasa nanti kita punya 3 Direksi dan 3 Komisaris. Kami melihat bahwa, Komisaris dan Direksi harus 3. Sehingga jika ada kejadian hukum seperti saat ini, tidak akan terjadi kekosongan pengurus,” jelasnya.

Selain pergantian pengurus, Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa, PT. Jamkrida NTT berhasil memberikan laba atau keuntungan bagi pemerintah provinsi NTT. Ia memuji PT. Jamkrida sebagai salah satu BUMD yang berkembang dengan baik, serta memberikan deviden cukup besar untuk Pemprov NTT.

“Jamkrida ini untungnya bagus juga. Tadi laporan itu ada untung Rp14 miliar, Pemda dapat Rp7 miliar selebihnya dibagi sesuai aturan yang ada. Menurut saya ini salah satu BUMD yang bagus, dan positif berhasil di NTT,” ungkapnya.

Waketum DPP Partai Golkar ini berharap, pengurus baru yang diangkat dalam RUPS LB, bisa membenahi dan menjalankan tugas-tugas di PT. Jamkrida NTT dengan baik, sampai ada pengurus defentif.

“Setelah Jamkrida, kami akan mempersiapkan RUPS untuk BUMD yang lain. Jadi mudah-mudahan dalam bulan ini, semua BUMD sudah bisa kita rapikan. Kami juga rencana akan mengembangkan salah satu BUMD yang khusus urusan terkait dengan beberapa sektor pendapatan daerah yang memang sangat spesifik,” pungkasnya.