“Kami ingin belajar dari teman-teman Bank NTT terkait pinjaman online, terutama terkait mitigasi risiko, karena ini pinjaman secara digital, jadi tidak ada tatap muka antara nasabah dengan bank. Memang sekarang ada perkembangan zaman, namun harus ada mitigasi risikonya,” jelasnya.

Dirinya berharap bisa mengetahui banyak hal tentang program Digital Loan dari Bank NTT untuk diterapkan BPD DIY di Yogyakarta.

Suroso mengaku dipilihnya Bank NTT sebagai tempat untum studi banding karena melihat mekanisme Program Digital Loan Bank NTT yang sudah stabil dan sesuai dengan BPD DIY yang sama-sama memilki kerja sama payroll dengan pemerintah daerah.

“Untuk pinjaman online seperti Digital Loan Bank NTT kami belum ada sama sekali, setelah melihat, konsep kami ternyata sama dengan Bank NTT, sehingga akhirnya kami hubungi untuk bisa lakukan studi banding disini,” pungkasnya. (*)