Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini, pemerintah provinsi telah menjalin komunikasi aktif dengan sekitar 60 kementerian dan lembaga guna mendukung pembangunan daerah. Melki berharap kontribusi diaspora bisa berupa ide, inovasi, teknologi, hingga dukungan langsung di desa-desa tertinggal.
“Apa saja bisa dikontribusikan. Dari riset mahasiswa, jejaring kerja, sampai alat pertanian dari luar negeri, semuanya bisa bantu rakyat NTT,” ucapnya. Melki juga berencana membentuk forum khusus diaspora NTT untuk menyusun kontribusi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma turut menekankan pentingnya partisipasi diaspora dalam pembangunan. Ia mendorong agar ide dan gagasan diaspora dituangkan dalam bentuk tertulis agar bisa dijadikan pedoman dalam merancang kebijakan.
Johni juga mencontohkan keberhasilan diaspora dari etnis lain seperti Batak dan Minang yang berhasil membangun fasilitas publik di kampung halaman mereka. Ia berharap hal serupa juga bisa dilakukan oleh diaspora NTT, khususnya dalam sektor pendidikan, perikanan, pertanian, dan koperasi.



Tinggalkan Balasan