Politisi PSI ini menyampaikan, misi pengembangan karakter anak sekolah, sudah sesuai dengan dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Chris-Serena, di mana nomor satu adalah membangun SDM yang berkualitas dan berkarakter.
“Kita taruh paling atas, karena bagi kami membangun kota itu paling penting adalah membangun SDM. Jadi pendidikan ini juga bukan hanya soal kita memiliki nilai ujian yang tinggi, tetapi bagaimana kita membangun karakter anak,” jelasnya.
Ia menegaskan, membangun Kota Kupang, sama dengan bagaimana membangun karakter warga, yang mampu menghargai satu sama lain, mampu menciptakan budaya bersih, menghargai adat, serta menghargai orang yang lebih tua.
“Jadi mendidik anak itu bukan soal nilai ujian saja, tapi juga harus karakter yang kita bangun. Orang bijak bilang kalau anda mau merencanakan satu tahun, tanamlah padi. Kalau mau merencanakan 10 tahun tanamlah pohon. Kalau mau merencanakan 100 tahun, maka berinvestasi lah pada manusia, didiklah manusia itu. Jadi ini sangat penting,” tegasnya.
Dengan demikian, Wali Kota Kupang berharap agar guru dan Dinas Pendidikan selalu menghadirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta menghadirkan akses pendidikan yang merata baik untuk siswa maupun guru.
Wali Kota Chris Widodo juga berpesan agar para guru harus konsisten mengajar, dan terus konsisten untuk berdampak bagi masyarakat di sekitar. “Kadang kita lupa kita komitmen di awal, tapi kita tidak konsisten seiring jalan. Komitmen itu paling gampang, tanda tangan hitam di atas putih, nanti setelah itu, seiring jalan kita mulai tidak konsisten, mulai lupa dengan janji kita,” tegasnya.
“Itulah kenapa saya selalu bilang, komitmen itu penting itu, tapi itu hanya untuk di awal. Konsistensi lebih penting, untuk mengakhiri semua yang kita mulai. Tanpa komitmen, anda tidak bisa memulai sebuah pekerjaan. Tapi tanpa konsistensi, anda tidak bisa mengakhiri pekerjaan itu,” pesannya. (*)







Tinggalkan Balasan