Ia pun mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun Kota Kupang.

“Kalau mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama,” ucapnya mengutip pepatah yang disambut hangat jemaat.

Gereja dan Pemerintah: Mitra dalam Pelayanan

Pemimpin Jemaat GMIT Bet’el Oesapa, Pdt. Nicodemus Oktovianus Robertus Lepat atau yang akrab disapa Pendeta Niko, mengapresiasi kehadiran dan kepedulian Wali Kota Kupang.

“Pak Wali bukan sekadar hadir. Beliau adalah bagian dari kami. Kami melihatnya bukan hanya sebagai pemimpin kota, tapi juga sebagai keluarga dalam persekutuan gereja,” ujarnya.

Pendeta Niko menegaskan bahwa momen HUT ke-200 ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi panggilan untuk memperkuat kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam pelayanan yang berdampak.

Lomba KOPERUM dan Piala Wali Kota

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, digelar juga lomba Kelompok Persekutuan Rumah Tangga (KOPERUM) tingkat Kota Kupang dan Kupang Timur yang memperebutkan Piala Wali Kota dan Piala Ibu Wakil Wali Kota.

Sebanyak 10 kelompok KOPERUM berpartisipasi dalam kegiatan ini. Salah satu kelompok dari GMIT Bet’el Oesapa keluar sebagai juara, dan secara simbolik menyerahkan kembali piala kemenangan sebagai bentuk persembahan syukur kepada gereja.

Perayaan HUT ke-200 ini menjadi bukti bahwa gereja tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pilar penting sejarah dan pembangunan Kota Kupang, hadir dan bertumbuh bersama masyarakat dalam semangat pelayanan, kebersamaan, dan kasih. (*)