“Saya bukan hanya hadir hari ini, saya bagian dari jemaat ini,” ujarnya disambut tepuk tangan jemaat.
Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam puncak acara sehari sebelumnya karena menjalankan tugas kenegaraan. Namun, ia menegaskan kehadirannya hari itu adalah bentuk komitmen penuh kepada jemaat.
“Hari ini saya hadir sepenuh hati, bukan separuh,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah yang Hadir dan Peduli
Mengenai bantuan dana yang diberikan, Wali Kota menjelaskan bahwa meskipun nilainya belum besar, bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam mendukung pelayanan keagamaan.
“Rp 50 juta ini mungkin belum besar, tapi ini tanda bahwa pemerintah hadir dan peduli. Ke depan, jika kondisi keuangan daerah lebih baik, tentu kita akan bantu lebih banyak lagi,” jelasnya.
Wali Kota juga menyampaikan gaya kepemimpinannya yang sederhana dan antikorupsi.
“Saya tidak pakai gaya-gayaan. Mobil dinas saya pakai yang lama. Jabatan bukan untuk dinikmati, tapi untuk melayani,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan