Gubernur Melki juga menyatakan bahwa kejadian ini membuka peluang untuk perbaikan sistem kesehatan secara menyeluruh di NTT, baik di rumah sakit maupun puskesmas. “Saya sudah meminta agar mulai besok dilakukan pendampingan dan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit se-NTT. Kita tidak boleh lagi terjebak dalam miskomunikasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Melki sempat mengancam untuk mencabut Surat Izin Praktik (SIP) kedua dokter tersebut karena kelalaian dalam menjalankan tugas yang berakibat fatal. Namun, dengan adanya dialog terbuka dan kesepakatan solusi, masalah ini kini dianggap selesai.

Mengenai penambahan tenaga medis, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan akan mengirimkan dua dokter anestesi tambahan ke RSUD TC Hillers untuk meringankan beban kerja, mengingat rumah sakit tersebut merupakan rujukan utama di daratan Flores.

“Ini bukan soal siapa yang benar atau salah. Ini adalah tentang bagaimana kita bersama-sama menyelamatkan nyawa manusia. Semua pihak sudah saling memaafkan dan berkomitmen untuk bekerja lebih baik di masa depan,” tutup Gubernur Melki. (js/ab)