“Sejak era Bung Hatta, koperasi adalah sokoguru ekonomi. Sekarang, di era Presiden Prabowo, kita gerakkan kembali koperasi bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam, tapi sebagai pusat produksi dan pemasaran. Ini ekonomi gotong royong yang nyata,” ujar Gubernur Melki Laka Lena kepada SelatanIndonesia.com, Minggu (9/3/2025).

Selain itu, Bank NTT akan turut berperan sebagai pendamping untuk memastikan koperasi mendapatkan akses permodalan dan pembinaan usaha.

3. Gerakan Beli NTT: Bangkitkan Produk Lokal. Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, pemerintah NTT meluncurkan Gerakan Beli NTT untuk mengutamakan penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan dan masyarakat. Sebagai langkah awal, seluruh kantor pemerintahan akan menggunakan produk air mineral lokal seperti Aquamor, Aquafit, Vikquam, Ruteng, Kelimutu, Airrote, dan Ewiti, serta produk UMKM lainnya.

“Jika selama ini pasar kita dikuasai oleh merek nasional, sekarang kita ambil kembali bagian kita. Kita tidak menutup pintu untuk produk luar, tapi kita akan memastikan bahwa produk lokal punya pangsa pasar yang adil. Ini gerakan kemandirian ekonomi,” tegas Gubernur Melki Laka Lena.

4. Persiapan Siswa NTT ke Sekolah Kedinasan dan Kampus Unggulan. Pemprov NTT akan melakukan talent scouting untuk mencari siswa berbakat yang akan dibimbing menuju sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil, IPDN, STAN, hingga universitas terbaik dalam dan luar negeri. Program ini mencakup pendampingan akademik, persiapan fisik, serta penguatan mental dan karakter, dengan melibatkan alumni serta instansi terkait.

“Anak-anak NTT harus berani bermimpi besar. Kami akan memastikan mereka punya peluang yang sama untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

5. Optimalisasi PAD dengan Pemanfaatan Aset Daerah. Pemerintah NTT akan mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memperbaiki sistem pajak, retribusi, serta pemanfaatan aset daerah. Salah satu contohnya adalah Pasar Oesao, yang sebelumnya hanya menghasilkan Rp100 juta per tahun saat dikelola pemerintah daerah, namun meningkat menjadi Rp1 miliar lebih per tahun setelah dikerjasamakan dengan Pemuda GMIT setempat.