Dengan adanya kepastian pasar, para produsen tidak lagi terbebani oleh ketidakpastian dalam penjualan, sehingga mereka dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Pemerintah juga akan membangun kemitraan strategis dengan berbagai sektor, baik swasta maupun BUMN, untuk menciptakan ekosistem pemasaran yang stabil, kompetitif, dan menguntungkan bagi semua pihak.
“Kami akan mengimplementasikan semangat dan nafas perjuangan Bung Karno untuk dapat “berdiri diatas kaki sendiri” (berdikari), agar upaya hilirisasi yang kita lakukan di NTT berkontribusi langsung terhadap upaya swasembada pangan yang manfaatnya tidak hanya memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya swasembada pangan nasional. Produk unggulan NTT harus bisa berkontribusi terhadap swasembada pangan, baik di NTT maupun untuk Indonesia,” jelasnya.
Ia menjelaskan, masyarakat NTT patut bersyukur, karena Presiden Prabowo Subianto, melalui Menteri Pertanian RI, menaruh perhatian besar dan memberikan dukungan penuh bagi pengembangan sektor pertanian di NTT sehingga membuka peluang besar bagi NTT untuk mengoptimalkan potensi agraris daerah.







Tinggalkan Balasan