Ia menjelaskan, masyarakat NTT patut bersyukur, karena Presiden Prabowo Subianto, melalui Menteri Pertanian RI, menaruh perhatian besar dan memberikan dukungan penuh bagi pengembangan sektor pertanian di NTT sehingga membuka peluang besar bagi NTT untuk mengoptimalkan potensi agraris daerah.

“Momentum pembangunan pertanian yang sudah dicanangkan Presiden Prabowo perlu kita dukung dan realisasikan dengan kerja nyata di lapangan. Bekerja sama

dengan para peneliti dan akademisi dari perguruan tinggi menjadi krusial agar kita dapat mengantisipasi dan memitigasi dampak perubahan iklim. Kita perlu memastikan agar tenaga produktif di pedesaan dapat bertahan dan berkembang di tanahnya sendiri dengan kehidupan yang layak,” terang Gubernur Melki.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mengembangkan sentra pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif, di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri besar, tetapi juga oleh masyarakat lokal.

“Untuk mendukung hal ini, infrastruktur pendukung akan diperkuat, sehingga tidak ada lagi kendala terkait akses jalan, transportasi, maupun jaringan telekomunikasi. Kami ingin memastikan bahwa NTT menjadi destinasi wisata unggulan yang mudah dijangkau, nyaman, dan berdaya saing tinggi, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah Provinsi juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan perlindungan bagi para pekerja dengan memastikan 100.000 pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

“Jaminan sosial ini bukan hanya soal kepastian hukum, tetapi juga tentang memastikan masyarakat kita memiliki perlindungan dalam dunia kerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif,” tandas Gubernur Melki Laka Lena. (*)