Ia menjelaskan, tema yang di angkat hari ini “Pembelajaran Kolaboratif Menuju Perguruan Tinggi yang Berkarakter dan Transformatif” merupakan refleksi dari tantangan dan harapan kita bersama.
Menurutnya, pendidikan tinggi bukanlah sekadar tempat mentransfer ilmu, akan tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan membangun kolaborasi demi perubahan yang lebih baik.
Rektor Agustinus menerangkan, perguruan tinggi yang berkarakter adalah institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur: resilien, integritas, loyalitas serta solider terhadap sesama dan lingkungan.
Sementara itu lanjut dia, transformasi dalam dunia pendidikan bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Kita hidup di era yang penuh perubahan, di mana kecerdasan buatan, digitalisasi, dan dinamika global menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
“Prof. Hironimus Darong telah mengabdikan dirinya untuk mengembangkan model pembelajaran kolaboratif, antara lain Pendekatan SFL-sebuah pendekatan yang tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial dan emosional,” katanya.
Lebih lanjut kata dia, pembelajaran kolaboratif mengajarkan mahasiswa untuk bekerja dalam tim, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Ini adalah kunci untuk membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia nyata.
“Kita bercita-cita, Unika Santu Paulus Ruteng, menjadi pusat unggulan dalam pembelajaran kolaboratif, di mana dosen dan mahasiswa tidak hanya menjadi pemberi dan penerima ilmu, tetapi juga mitra dalam eksplorasi pengetahuan. Dengan demikian, kita membangun sebuah ekosistem akademik yang inklusif, inovatif, dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.
Ia bilang, hari ini pihaknya tidak hanya memberikan penghormatan kepada Prof. Hironimus Darong, tetapi juga menegaskan komitmen kita untuk terus maju dalam semangat kolaborasi.
“Perjalanan akademik beliau adalah inspirasi bagi kita semua—bahwa ilmu pengetahuan harus selalu dihayati dengan dedikasi, ketekunan, dan hati yang terbuka bagi sesama. Kepada Prof. Hironimus Darong, kami mengucapkan selamat atas pencapaian ini. Semoga gelar Guru Besar ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar lagi bagi dunia akademik, bagi mahasiswa, dan bagi masyarakat luas,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan