“Bank NTT mengharapkan adanya kebijakan dari Kementerian Perekonomian untuk membuka kembali kuota untuk Bank NTT dalam menyalurkan kredit KUR,” katanya.

Ia menambahkan, Deputi 1, Ferry Irawan mengatakan bahwa pada dasarnya memahami potensi UMKM di NTT yang sangat besar. Pasalnya, sumber daya alam yang melimpah mulai sektor pariwisata, pertanian dan peternakan. “Beliau sudah beberapa kali mengunjungi NTT,” katanya.

Sejumlah solusi disampaikan oleh Deputi 1 Ferry Irawan untuk Bank NTT diantaranya dilakukan hapus buku dengan meminta izin melalui RUPS. “Hapus buku dilakukan sebagai salah satu solusi penyelesaian   kredit bermasalah untuk menurunkan NPL,” jelasnya.

Selain itu dilakukan perbaikan Kelembagaan dan Sumber daya manusia. “Perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas dan daya saing. Cakupannya dalah penyesuaian struktur, tata kelola, proses kerja serta kapasitas sumber daya manusia  untuk mencapai tujuan,” jelasnya.

Tidak hanya itu Deputi 1 Ferry Irawan juga merekomendasikan agar Bank NTT melakukan koordinasi antara tim teknis dari Bank NTT dan tim teknis Kementrian Perekonomian terkait data NPL KUR dan bersurat terkait apa yang telah dilakukan untuk menurunkan NPL. “Juga mendapatkan rekomendasi dari OJK Perwakilan NTT,” katanya.