“Itu untuk memperkuat para petani kita sehingga kemudian sayur-sayur yang ditanam kemudian dipanen itu untuk mendukung program makanan bergizi gratis. Jangan sampai bawah dari luar itu tidak bagus kita daerah hortikultura kok,”

Di sisi lain ia juga menuturkan, dengan menyediakan atau menghasilkan pasokan sayur yang banyak dan berkualitas tentu didasari dengan kesiapan luas tanam dan produksi para petani.

Salah satu upaya yang dilakukan sebut dia adalah, dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang kurang produktif untuk kebutuhan hortikultura.

“Kita lihat ke depan yang paling banyak dibutuhkan sayur untuk anak-anak itu apa, akan tetapi tentu menjawab kebutuhan itu juga harus didasari dan kesiapan para petani, nah ini yang kita harus genjotkan ke mereka,” pungkasnya.** (KN)