Kajati juga menekankan pentingnya tindakan cepat untuk mengatasi plafon yang roboh di ruang kelas. Para guru tetap menjalankan tugas mengajar meskipun mengetahui risiko yang ada karena keterbatasan ruang alternatif. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Kejati NTT, yang berkomitmen untuk mendukung pendidikan aman dan berkualitas di wilayah NTT.

Kajati Zet Tadung Allo menyampaikan harapan besar kepada Balai PPW NTT untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam menangani kerusakan yang ada.

“Kami berharap Balai PPW NTT dapat segera melakukan evaluasi teknis menyeluruh dan merealisasikan perbaikan infrastruktur. Kolaborasi dan sinergi yang kuat sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan siswa dan keberlangsungan proses belajar-mengajar,” tegasnya.

Selain itu, Kajati NTT juga berkomitmen untuk menganalisis penyebab kerusakan plafon di sekolah-sekolah terdampak. Jika ditemukan indikasi kelalaian atau unsur pidana dalam proses pembangunan atau perawatan, maka Kejati NTT akan menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku.