Kupang, KN – Keluarga Naput yang menjadi ahli waris pemilik sah Tanah Karangan dan Golo Karangan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tak menyangka menjadi korban mafia tanah.
Ironisnya, dokumen resmi kepemilikan tanah yang dimiliki keluarga Naput justru tidak diperhatikan dalam sidang sengeketa Tanah di Pengadilan Negeri Labuan Bajo beberapa waktu lalu, tetapi justru memenangkan penggugat yang menggunakan dokumen yang diduga palsu sebagai bukti.
Salah seorang ahli waris, Johanis Frans Naput (46) didampingi saudari perempuannya Maria Fatmawati Naput (47) saat ditemui media di Kupang, hanya bisa mengelus dada menerima ketidakadilan ini.
“Kami adalah ahli waris sah atas tanah Karangan dan Golo Karangan. Tapi aneh, kami yang sudah bertahun-tahun memiliki tanah dengan dokumen resmi dan sertifikat tanah asli, kok bisa kalah hanya karena ada orang atau oknum yang mengaku punya tanah tanpa dokumen asli? Kok seperti itu ya? Ada Apa? Kami merasa tidak adil, dan telah menjadi korban mafia tanah,” ujar Johanis Frans Naput dengan suara bergetar.
Johanis mengungkapkan, tanah tersebut merupakan warisan dari ayahnya, almarhum Nikolaus Naput, yang dikenal sebagai sosok religius dan berdedikasi dalam pelayanan gereja.
“Almarhum ayah saya bukan hanya seorang pemilik tanah, tapi juga seorang tokoh yang mengabdi untuk gereja. Beliau melihat potensi Labuan Bajo jauh sebelum daerah ini berkembang pesat seperti sekarang. jelasnya. Keluarga kami telah berjuang mempertahankan tanah tersebut di tengah berbagai klaim sepihak yang belakangan muncul seiring pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium,” ungkap Johanis.
“Ketika Labuan Bajo belum ramai, ayah saya sudah berinvestasi di tanah ini. Kini setelah kawasan ini berkembang pesat, muncul pihak-pihak yang tiba-tiba mengklaim kepemilikan. Anehnya, tidak ada dokumen yang valid diajukan penggugat, bahkan mereka juga menggunakan dokumen yang diduga palsu, tapi kenapa majelis hakim tidak melihat hal itu. Kami yang punya dokumen resmi kok kalah? Ada apa ini,” sambungnya.







Tinggalkan Balasan