Ada dua alasan utama dengan merayakan Bunda Maria sebagai Bunda Allah sebut Mgr. Hiro yakni pertama, sebagaimana setiap kehidupan manusia dimulai dalam rahim ibu, demikian jugalah kehidupan Tahun Baru bagi umat manusia dimulai dengan Maria, Bunda Gereja.
Kedua, Tahun Baru biasanya datang dengan sejumlah ketidakpastian dan bahkan ketakutan, karena berbagai alasan yang jelas. “Memulai tahun dengan Bunda Allah memberi kita alasan yang cukup untuk merasa aman dan damai, sebagaimana seorang bayi yang nyaman dalam pelukan lembut dan hangat dari kasih sayang ibunya. Dengan mempercayakan hidup kita kepada Maria di awal tahun ini, kita dijamin akan perlindungan dan penyelenggaraan Ilahi,” kata Mgr. Hiro.
Mgr. Hiro yang pernah menjabat Ketua Yaswari tahun 2012-2023 ini lebih lanjut menjelaskan, karena kehadiran Maria juga merupakan jaminan akan kehadiran Putra-Nya, Yesus Kristus. Di mana Yesus berada, di situ Maria ada; di mana Maria berada, di situ juga Yesus berada. “Karena itu, tidak ada yang perlu ditakuti saat kita memulai Tahun Baru ini. Maria mengingatkan kita bahwa Putra-Nya, Yesus Kristus, akan selalu bersama kita seperti yang telah Dia janjikan. Setiap Tahun Baru tetap dan selalu adalah Tahunnya Tuhan,” ucap Uskup Hiro yang dikenal dengan motto Pasce Oves Meas yang artinya; Gembalakanlah Domba-DombaKu..
Uskup Hiro juga berpesan kepada umat agar senantiasa membawa kabar baik kepada siapa saja yang dijumpai dan dilayani dalam peziarahan hidup ini. “Sebagai Peziarah-peziarah Pengharapan, kita berdoa kepada Yesus, Putra Allah dan Putra Maria, agar kita juga dimampukan untuk melanjutkan misi kenabianNya di tengah-tengah dunia kita dewasa ini, yakni untuk membawa kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang tertawan, penglihatan kepada yang buta, pembebasan kepada para tahanan, dan untuk memberitakan tahun Rahmat Tuhan telah datang,” tandas Mgr. Hiro mengutip Injil Lukas 4:18-19.
Usai perayaan misa, nampak umat sangat antusias dan bergembira untuk berjabat tangan seraya memohon berkat dan foto bersama Mgr. Hironimus Pakaenoni yang pada tahun 2001-2003 studi Teologi Dogmatik di Roma. (Verry Guru)







Tinggalkan Balasan