Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya berhenti pada teori atau sertifikasi, tetapi juga pada implementasi konkret dalam aksi dan kinerja guru.
“PPG ini bukan sekadar memberi sertifikat, tetapi menciptakan guru yang profesional dalam perilaku dan tindakan. Guru harus berubah dan mengantar orang kepada perubahan,” tegasnya.
Dekan juga menjelaskan bahwa di era ini manusia hidup sebagai digital visitor dan digital native, bahkan lebih dalam lagi sebagai homo digitalis.
Ia menegaskan pentingnya “penyertaan jiwa” dalam pemanfaatan teknologi digital, agar nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga.
“Guru profesional adalah agen perubahan yang membawa spirit edukatif, transformatif, dan kolaboratif,” ujarnya.
Peran Strategis Guru dalam Era Pascahumanisme
Dalam sesi utama seminar, Yohanes Mariano Dangku juga membahas redefinisi profesionalisme guru di era pascahumanisme.
Ia menekankan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi digital sambil tetap mengedepankan nilai-nilai edukatif.
“Transformasi pendidikan adalah perjalanan berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi figur transformatif yang mendidik dan membimbing siswa untuk menjadi generasi berdaya saing di era global,” tambahnya.



Tinggalkan Balasan