“Transformasi pendidikan adalah perjalanan berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi figur transformatif yang mendidik dan membimbing siswa untuk menjadi generasi berdaya saing di era global,” tambahnya.

Mengintegrasikan Karakter dan Teknologi dalam Pendidikan

Dr. Kristianus Viktor Pantaleon melanjutkan dengan membahas bagaimana pendidikan berbasis nilai dapat menciptakan generasi yang berintegritas, resilien, dan berdaya saing global.

Ia menjelaskan bahwa guru harus menjadi teladan dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur seperti resiliensi, solidaritas, dan integritas ke dalam pembelajaran berbasis teknologi.

“Keteladanan guru adalah kunci pembentukan karakter peserta didik. Teknologi hanyalah alat, tetapi nilai-nilai itulah yang akan membentuk generasi masa depan,” ungkap Kristianus.

Tantangan Kelimpahan Informasi di Era Digital

Dr. Marselus R. Payong menutup diskusi dengan membahas tantangan era kelimpahan informasi.

Ia menyoroti pentingnya penguasaan teknologi oleh guru untuk menciptakan pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan menarik.

Menurutnya, guru harus mampu mendesain pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa yang kini hidup di tengah arus digitalisasi.

“Pembelajaran berbasis teknologi bukan pilihan, tetapi keharusan untuk mengatasi keragaman gaya belajar siswa,” tegasnya.

Membangun Generasi Berdaya Saing

Seminar ini memberikan panduan strategis bagi guru untuk terus bertransformasi, berkolaborasi, dan menjadi agen perubahan. Lulusan PPG FKIP Unika St. Paulus Ruteng diharapkan membawa spirit edukatif, transformatif, dan kolaboratif ke lingkungan pendidikan mereka.

Dekan menutup sambutannya dengan penuh harapan bahwa Dengan karakter yang dibentuk melalui PPG ini, para guru akan mampu mencetak generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital tetapi juga mampu menjadi pemimpin masa depan yang berdaya saing global.

Untuk diketahui bahwa jumlah peserta yang hadir dalam ruang seminar online itu terpantau 765 peserta.**(KN/ES)