Terpisah, kepala bidang kesehatan hewan, drh. Imelda Bai bahwa vaksinasi sebagai respon cepat dan darurat pasca kasus gigitan anjing yang terjadi di kelurahan Tadong.
“Dua hari lalu ada kejadian (Kasus Gigitan Anjing) di kelurahan Tadong, yang saat itu salah satu korbannya langsung datang ke sini tuk lakukan VAR. Sekalian dengan sample (kepala anjing).” Ungkap kabid Keswan, drh. Imelda Bai.
Ia menambahkan, pihaknya pada vaksinasi Rabies di kelurahan Tadong berhasil melakukan vaksinasi terhadap 49 ekor hewan penular Rabies. Di antaranya masing-masing 30 ekor anjing betina, 18 ekor anjing jantan dan 1 ekor kucing betina.
Sementara itu, Lurah Tadong, Tedy Dasar saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa giat vaksinasi Rabies ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah mengantisipasi penyebaran virus Rabies di wilayahnya.
“Ini lebih kepada penyisiran ulang saja terhadap hewan-hewan yang pada vaksinasi sebelumnya (Oktober 2024) belum sempat divaksinasi. Itu lebih karena saat kegiatan tuan atau oemilik anjing tidak ada di tempat, praktis tidak ada yang berani memegangnya saat akan disuntikan vaksin. Sehingga, tim memutuskan untuk menunda dulu.” Ujar Tedy Dasar di lokasi, Jumat, 13 Desember 2024.



Tinggalkan Balasan