Ruteng, KN – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan Penyampaian Nilai Ganti Kerugian dan Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian kepada sejumlah masyarakat pemilik lahan yang bertempat di Aula Hotel Springhill Ruteng (09/12/2024).
Kegiatan ini dalam rangka Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulumbu Unit 5-6 (2×20 Megawatt) Wallpeed J, Access Road Wallpad J, Access Road Wallpad G, Access Road STA 0-000-7+200 dan Tikungan Accsess Road di Desa Wewo, kecamatan Satar Mese.
Pengadaan tanah tahap kedua dalam pengembangan PLTP Ulumbu uni 5-6 di Poco Leok disambut baik oleh pemilik lahan.
Ketua pelaksana pengadaan tanah BPN Manggarai, Jermias Haning menyampaikan, BPN Manggarai bersama 17 KK pemilik lahan atas perluasan PLTP Ulumbu di wilayah Poco Leok kembali melaksanakan musyawarah atas penetapan ganti rugi dan nilai ganti rugi.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tentu berawal dari sejumlah rangakaian tahapan seperti tahap persiapan hingga pada bentuk ganti untung.
“Semuanya telah berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan. Dan hari ini masyarakat pemilik lahan telah bersepakat dengan nilai ganti rugi yang akan dilaksanakan pada 17 Desember yang akan datang,”
Dikatakan Haning, setelah ganti rugi itu akan dilanjutkan dengan tanda tangan berita acara pelepasan hak oleh masyarakat yang kemudian pada penyerahan hasil kepada pihak PLN.
“Masyarakat semuanya rasa puas, karena penilain yang dilakukan oleh tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) itu sungguh luar biasa mengakomodir semua kebutuhan dan kepentingan masyarakat,” bebernya.
Senada juga disampaikan oleh Manager PLN UPP Nusra 2, Osta Melano yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan sesuatu nilai yang cukup positif.
Baginya, kegiatan ini salah satu rangkaian terpenting dari kegiatan pengadaan lahan total untuk geothermal di Ulumbu.
“Kegiatan hari ini untuk penyampaian harga dan Alhamdulillah sudah diterima keseluruhannya mulai dari luas total 2 hektar. Kemudian dari dua hektar itu terdiri dari 17 pemilik dan 21 persil,” ujarnya.







Tinggalkan Balasan