“Setelah ini nanti masuk pada tahap identifikasi tanah dan dilanjutkan dengan penilaian oleh penilai publik, penyampian nilai dan dilanjutkan pembayaran ganti rugi tanah kepada pemilik tanah,” ucap GM Abdul Nahwan.
Rencana pengembangan pembangkit geothermal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Terbukti, salah satunya, melalui undangan ritual adat penti dari sejumlah gendang di kawasan pengembangan. Bahkan, PT PLN (Persero) UIP Nusra dianugerahi “Ase Kae” atau saudara gendang sebagai simbol ikatan persaudaraan antara PLN dengan masyarakat terdampak.
“Sudah 12 tahun PLTP Ulumbu Eksisting beroperasi, kami di sini tidak merasakan dampak buruk. Yang kami rasakan selama 12 tahun ini malah manfaat baiknya,” kata Tua Adat Gendang Lale, Adolfus Yonas.
“Jika ada potensi, kenapa tidak kita manfaatkan? Leluhur sudah mendukung, dan kami yakin ini akan berhasil,” ujar Elisabet Muet, salah satu anggota Gendang Leda dan pemilik tanah di proyek pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok.
Sebagai tambahan, Pemerintah Indonesia melalui Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, berhasil memikat pendanaan hijau sebesar EUR 1.2 miliar untuk sektor kelistrikan dari KfW pada ajang COP29. Pendanaan tersebut digunakan untuk pengembangan sejumlah infrastruktur kelistrikan hijau menuju swasembada energi nasional yang berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan