Johanis Asadoma menambahkan, pengelolaan potensi lokal ini tidak hanya untuk mendongkrak pendapatan, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, terutama generasi muda.
“Potensi NTT yang unik harus menjadi motor penggerak perekonomian lokal. Dengan pendekatan yang terintegrasi, kita bisa mengubah tantangan geografis menjadi peluang,” kata Johanis.
Pasangan Melki-Johni juga merancang program-program strategis yang melibatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan pajak daerah. Dengan sistem digital yang transparan, masyarakat tidak hanya lebih mudah dalam memenuhi kewajibannya, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana dana yang terkumpul digunakan untuk pembangunan.
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi lokal, pasangan ini berencana menggandeng komunitas petani, nelayan, dan pelaku UMKM untuk menjadi bagian aktif dalam program-program ekonomi pemerintah.
“Kami percaya, dengan melibatkan masyarakat lokal, pembangunan akan lebih berkelanjutan dan manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka,” ujar Melki.





Tinggalkan Balasan