“Karena itu hari ini kita menang ini Pilkada, kenapa bicara basis tadi itu, saya dengan pa Fabi saja yang punya, bukannya sombong juga, saya punya itu 3 Satar Mese ditambah Lelak, kenapa karna Lelak itu bagian dari Satar Mese (Berambang Lelak), jika di jumlahkan itu mencapai 65 ribu,” paparnya.

“Jadi kalau orang bongkar itu tidak bisa, karenanya tidak bisa orang menang di kecamatan lain dibandingkan kita punya. Di Cibal jika masih ada Almarhum Deno Kamelus itu dia bisa menang besar. Tetapi beliau sudah tidak ada tidak bisa bicara menang besar di sini (Cibal),” sambungnya.

Karena itu Hery Nabit yakin, di wilayah Cibal pihaknya masih komitmen untuk tetap menang. Ia juga berpesan kepada pendukungnya untuk sampaikan ke semua keluarga agar jangan buang-buang suara.

“Kita ambil contoh di desa Rado, mereka dulu itu pilih untuk almarhum, karena mereka tau pilih yang menang dan desanya sudah maju. Dan saat ini mereka pilih saya juga mereka tau karna kita yang menang.

Jadi hari ini kalau mau maju, mari kita sama-sama, tentu dengan hitungan-hitungan dari kecamatan itu, ditambah kecamatan-kecamatan lainnya (Rahong Utara, Wae Ri’i, Reo dan Reok Barat, Ruteng, Langke Rembong, Cibal-Cibal Barat). Sekali lagi kita menang ini Pilkada, kalau bukan menang buat apa saya datang,” pungkasnya.**