“Di sini juga ada kali mati yang ketika hujan pasti banjir dan meluap sampai ke lahan pertanian. Jadi kami perlu perhatian pemerintah,” ujarnya.
Keluhan senada juga disampaikan Paulus Huler, anggota Poktan Muri Pawe. Dia mengatakan, selain sumur bor dan alat-alat pertanian yang modern seperti traktor, para petani juga butuh bantuan pupuk dan bibit.
“Selama ini kami masih memanfaatkan alat-alat pertanian seadanya,” katanya.
Sementara Jeto Asamau, petani muda yang pernah menimba ilmu pertanian di Israel berharap agar pemerintah benar-benar mempertahankan sektor pertanian dan perkebunan. Sebab dengan perhatian lebih, anak-anak muda terlebih yang punya basic di bidang pertanian dan perkebunan, semakin termotivasi untuk jadi petani dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan.
“Sektor pertanian dan perkebunan sangat menjanjikan. Tapi tidak banyak anak muda yang berminat jadi petani. Kami harap ada perhatian dari pemerintah, termasuk memperhatikan ketersediaan alat-alat pertanian bagi petani. Mudah-mudahan anak muda seperti saya bisa kembali berminat jadi petani,” ungkapnya.





Tinggalkan Balasan