Maria mengaku senang karena jarang menjumpai orang seperti Johni Asadoma, karena setelah berbelanja, menyerahkan barang-barang yang dibelanjakan kepada masyarakat yang ada di pasar. “Ini kita punya orang jadi kita tusuk (coblos pada pilkada 27 November),” kata Maria.
Johni Asadoma merupakan putra Alor berdarah Rote, sedangkan Melki Laka Lena berasal dari Kabupaten Ende. Jadi, paslon nomor urut 2 Melki-Johni dua-duanya putra daerah NTT. “Kalau kita pilih orang luar, setelah dia pimpin NTT, tidak datang lagi bertemu masyarakat. Pilih orang kita karena pasti dia datang lagi setelah terpilih,” ujarnya.
Saat Johni membeli beras, Susana Muti sempat bercerita mengenai empat orang cucunya yang saat ini yatim piatu, namun, tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah daerah. “Bantuan PKH, bansos dan beasiswa untuk cucu-cucu saya tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Ayah dan ibu dari empat cucunya telah meningeal sejak lima tahun lalu. Sejak itu, mereka diasuh keluarga sampai saat ini. “Cucu pertama sudah tamat SMA, cucu nomor dua kelas 2 SMA, cucu nomor tiga kelas tiga SD dan yang bungsu belum sekolah,” cerita Susana Muti. Pada hari pasar seperti saat ini, Dia berjualan, selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga tak lupa menyisihkan uang dari hasil berdagang beras untuk kebutuhan cucu-cucunya.



Tinggalkan Balasan