Karena itu, menurut bacaannya, karena Prabowo adalah variabel sangat penting dalam Pemilihan Gubernur termasuk NTT, maka masuk akal jika banyak yang mengkalim didukung Prabowo. “Itu marketing politik biasa. Tapi publik NTT cerdas dan tahu bahwa Gerindra NTT tegak lurus dengan Prabowo, di mana Prabowo hanya mendukung calon dari partainya Gerindra, yaitu Melki-Jhoni,” ujarnya.
Sebab Melki adalah ketua pemenangan Prabowo-Gibran di NTT sehingga Prabowo tentu sangat dekat dengan Melki. Demikian juga Jhoni adalah kader Gerindra sehingga sudah pasti didukung penuh oleh Prabowo dan jejaring partainya hingga ke level desa dan RT.
“Bahwa adalah satu dua kader yang mungkin bermain abu-abu, itu fenomena normatif dalam politik. Tetapi bahwa karena Gubernur itu perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, maka sudah jelas bahwa Prabowo menghendaki agar calon yang terpilih itu yang dia rekomendasikan. Bukan karena calon lain tidak berkualitas, tapi itulah fatsun berpolitik dan bergorganisasi dalam partai politik,” tegas Rajamuda, yang juga mengajar Komunikasi dan Advokasi Kebijakan.
Dia juga mengingatkan, akan sangat aneh jika Prabowo mendukung calon yang tidak dia restui dan tandatangani. Beda halnya dengan bupati. Siapa pun yang memenangkan Pilgub, akan sangat berisiko jika tidak mendapat dukungan Presiden terpilih. Karena kita tahu bahwa Prabowo itu ketua umum partai Gerindra. Sehingga tidak mungkin dia membesarkan jejaring lawan-lawan politiknya di daerah.
“Itu logika sederhana dalam politik. Semua pemimpin partai yang akhirnya berdamai dan berkoalisi dengan Prabowo bukan berarti akan sejalan dengan Prabowo selamanya hingga Pilpres mendatang. Karena itu, Prabowo akan lebih memikirkan memastikan dukungan full kepada para calon gubernur di daerah yang sejalan dengan dirinya juga partainya,” kata putra Lamalera, Lembata ini.
Prabowo dan Gerindra Satu
Dia menandaskan lagi, “Dan masyarakat juga memahami bahwa dukungan presiden terpilih dalam konteks Pilgub memang sangat penting. Pengaruhnya secara elektoral tentu ada. Di mana sebagian besar publik akan melihat secara cerdas, mana calon yang satu garis dengan Presiden terpilih. Dan mana yang tidak. Artinya efek itu akan kuat pada semua pemilih yang melek politik dan paham bagaimana dukungan anggaran pusat ke provinsi NTT yang masih sangat dominan. Yaitu sekitar 80 persen anggaran pembangunan di NTT datang dari pemerintah pusat”.







Tinggalkan Balasan