“Di sini total tambak garam 46 hektar, karena kurang efektif makanya tersisa 18 hektar,” ujarnya.
Sementara Iwan, tokoh masyarakat yang juga petani garam di wilayah tersebut mengatakan, kadar yodium yang diproduksi sudah bagus, dan sudah dipoles sedikit untuk bisa dikonsumsi.
Ia menyebut, selama ini pihaknya hanya menjual garam untuk konsumsi di tiga Kabupaten di wilayah Manggarai.
Menanggapi hal itu, calon Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, garam di Reo perlu dicek terlebih dahulu kadar dan kualitasnya.
“Garam di Reo itu dicek dulu lalu kita putuskan pendekatannya seperti apa. Mau produksi apapun garam dari Reo, tugas kami adalah memfasilitasi agar bisa kita kembangkan,” kata Melki.
“Nanti kira coba role model dulu beberapa ratus meter. Kita perbaiki kualitasnya, kalau bagus, kita akan usaha untuk swasta bisa masuk dan memperluas,” tambahnya.
Menurut calon Gubernur NTT nomor urut dua itu, kualitas Garam NTT ini bagus hanya saja, metode produksi dan juga pasar yang mesti disiapkan secara baik. Dirinya pun meminta sampel garam untuk dibawah ke Kupang.



Tinggalkan Balasan