“Bapa mama punya Kartu BPJS Kesehatan. Tapi saat berobat, petugas kesehatan bilang kartu itu sudah tidak aktif sehingga harus bayar mandiri. Persoalan seperti sudah banyak kami temui, tidak hanya di Manggarai,” sebut Melki.

Terkait persoalan ini, Melki memastikan pemerintahan Melki-Johni nantinya akan mengecek secara rutin agar tidak boleh ada warga NTT yang kartu BPJS Kesehatannya-nya tidak aktif.

“Mereka yang di Jakarta terkadang melakukan pengecekan secara berkala. Ada orang yang dianggap bisa bayar mandiri, mereka off-kan. Faktanya orang itu dalam kategori susah. Jadi kami pastikan seluruh masyarakat NTT masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan dan kartunya aktif,” ungkap Melki. (Tim)