“Luar biasa karena yang masuk tim bukan sembarang pilihan. Kami ingat, dalam perjalanan penyusunan visi tersebut tidak semua orang bisa diajak diskusi karena butuh waktu dan butuh konsentrasi. Lalu barang itu dikerjakan oleh kami 4 orang dari NTT. Jadi itulah kontribusi kami sebagai anak bangsa,” jelas Roman.

Selanjutnya dalam berpartai, Roman mengaku terkejut karena Melki Laka Lena yang paling yunior ternyata sangat dekat Agung Laksono, Aburizal Bakrie, Fadel Muhammad dan elit Golkar lainnya.

“Sementara kami yang lain hanya tonton dari jauh. Itulah kelebihannya. Dia kreatif, lincah, rendah hati, mau dengar orang lain, dan hormat pada senior serta bertanggungjawab. Tak heran pada usia 37 tahun Melki sudah ditunjuk jadi cawagub NTT,” kata Roman disambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan pasang mata.

Roman mengaku bangga dengan karakter Melki yang tidak pernah berubah sedikitpun meski terpilih menjadi anggota DPR RI dan menjadi Wakil Ketua Komisi IX di tahun 2019. Di WA group alumni Seminari Kisol, Melki aktif berkomunikasi dan aktif mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-teman yang berulang tahun.

“Itu hal kecil tetapi itu keteladanan. Kalau bertemu, pasti dia menyapa saya kae. Buat orang Manggarai bila disapa seperti itu, hati damai sekali. Ternyata jabatan tidak merubah karakter seorang Melki. Saya yakin kalau kita dukung beliau, Tuhan merestui, alama dan sejarah juga merestui dia jadi gubernur NTT, karakternya tidak akan berubah,” ungkap Roman.

Di setiap akhir orasinya, Roman Lendong mengajak masyarakat Manggarai Timur untuk tidak ragu memilih Paket Melki-Johni. Sebab soso seorang Melki Laka Lena tidak mungkin melupakan Kisol dan Manggarai Timur.

“Kemenangan Melki harus dimulai dari Kisol, Tana Rata, Rongga dan Manggarai Timur. Kita doakan semoga beliau terpilih untuk NTT lebih maju, cerdas, sehat dan sejahtera,” pungkas Roman Lendong. (Tim)