Selepas dari Seminari Kisol dan hilang kabar, Roman mengaku baru bertemu kembali dengan Melki di Yogyakarta yang ketika itu kuliah di Universitas Sanata Dharma.
“Keakraban itu terjalin ketika suatu waktu Melki bersama Vicky Jalong dan Pompy Jehaun, sahabat seangkatan di Kisol, mengikuti lomba debat mahasiswa di Jogja. Saya diminta untuk melatih teknik berdebat. Saat debat, tim Melki tampil luar biasa dan juara satu,” kenang Roman.
Setelah pertemuan di Jogja, Roman baru kembali bertemu Melki pada 2009 di Partai Golkar. Saat itu dari NTT ada Carles Mesang, Yosef Nae Soi, Sirilus Kerong, dan Imanuel Blegur dan sejumlah nama lainnya
“Pak Carles paling senior dan Pak Melki paling yunior,” sebut mantan Ketua Informasi Pusat (KIP) itu.
Pada suatu kesempatan, lanjut Roman, ada penyusunan visi negara kesejahteraan 2045 karena di tahun 2045 Indonesia akan berumur 100 tahun. Tim yang beranggotakan 15 orang itu diketuai Theo Sambuaga. Dari 15 anggota tim, 4 diantaranya dari NTT yakni Imanuel Blegur, Sirilus Kerong, Roman Lendong, dan Melki Laka Lena.



Tinggalkan Balasan