Sementara Melki Laka Lena pada kesempatan itu mengaku bangga melihat usaha pemasak moke yang berjalan lancar, sehingga bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga.

“Saya pernah datang dengan Balai POM. Saya berbahagia sekali karena usaha masyarakat di sini makin baik dan bermanfaat untuk keberlangsungan hidup mereka,” kata Ketua Golkar NTT itu.

Menurut Melki Laka Lena, kesuksesan seorang politisi bukan dilihat saat terpilih dalam kontestasi politik. Sebaliknya, politisi disebut sukses ketika bermanfaat bagi masyarakat.

“Perjuangan saya dengan Balai POM ketika itu ternyata bermanfaat bagi masyarakat di sini. Jadi letak kesuksesan politisi adalah membuat masyarakat tersenyum ketika mendapat manfaat dari apa yang dia perjuangkan,” ungkap Melki.

Kepada masyarakat pemasak moke, Melki Laka Lena menyarankan agar tetap memperhatikan proses produksi agar tetap alamiah dan tidak ada tambahan zat-zat yang berbahaya. Dia juga meminta pemasak moke untuk memperbaiki kemasan.

“Kalau usahanya sudah bagus, jangan lupa beri retribusi untuk desa dan daerah sebab  masyarakat harus juga berkontribusi untuk pembangunan daerah. Tapi kita akan buat peraturan daerah yang mengatur mekanisme produksi, hingga pemasaran. Yang pasti tidak boleh melanggar norma-norma,” pungkas Melki Laka Lena. (*/tim)