Melki menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp71 Triliun telah disiapkan untuk mendukung program ini di seluruh Indonesia, termasuk NTT. Program ini akan mengutamakan pangan lokal dan melibatkan masyarakat setempat dalam penyediaannya.

“Kami sepakati bahwa seluruh kebutuhan makan siang gratis harus disiapkan oleh masyarakat setempat. Ini peluang bagus bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam usaha ini,” tambahnya.

Melki menekankan bahwa program makan siang gratis ini merupakan peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor kuliner di NTT. Program ini direncanakan akan mulai berjalan pada Oktober atau November mendatang.

“Dengan anggaran Rp71 Triliun, UMKM dan kuliner di NTT akan semakin berkembang. Saya mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” jelas Melki.

Selain itu, Melki menjelaskan, pasangan Melki-Johni juga berkomitmen untuk memperkuat program BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat NTT. Mereka akan memastikan bahwa setiap warga memiliki akses layanan kesehatan gratis dengan kartu BPJS yang aktif.