Disana hadir pula harapan. Harapan bahwa NTT tidak akan lagi sekedar menjadi provinsi di bagian timur Indonesia, tetapi akan berdiri sejajar dengan daerah lain di Indonesia, dan rakyat NTT akan semakin kuat menapak di tengah laju zaman.

Seiring dengan tugas yang dituntaskan hingga akhir, Melki Laka Lena meneguhkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang tak hanya bicara, tetapi bertindak dengan bukti dan aksi nyata. Dalam benaknya, terpatri satu hal: NTT yang ia cintai layak mendapat lebih. Banyak hal yang sudah dilakukan sebagai aksi nyata bahwa meski melangkah keluar dari Senayan, ia tetap berada bersama rakyat untuk memperjuangkan hafalan dan masa depan NTT.

Melki Laka Lena Sudah Bangun 30 BLK di NTT

Selama lima tahun menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena sudah membangun 30 BLK dengan total anggaran mencapai Rp 30 miliar. “Di tahun 2024 ini ada 3 lembaga keagamaan lainnya yang kami usulkan menerima BLKK yakni Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Majelis Sinode Kota Kupang, Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven (YAPERTHEL) Flores Timur dan Yayasan Cahaya Cordial Claret Kota Kupang,” sebut Melki Laka Lena.

“Total sudah 30 BLKK (30 Miliar) aspirasi kami yang dibangun di NTT selama 5 Tahun kami menjabat sebagai anggota DPR RI. BLKK ini adalah program pemerintah dibawah Kementerian Tenaga Kerja RI yang merupakan mitra kerja kami di Komisi IX DPR RI yang peruntukannya bagi lembaga/komunitas keagamaan. Anggaran untuk BLKK sebesar 1 miliar meliputi fisik bangunan sebesar Rp 500 juta, dan untuk kelengkapan dan peralatan sebesar Rp 300 juta serta biaya pelatihan gratis selama dua tahun sebesar Rp 200 juta,” jelas Melki Laka Lena menambahkan.

Tidak hanya itu, pada tahun anggaran 2021, Melki Laka Lena juga telah memperjuangkan dan mendorong pemerintah pusat melalui Kemnaker yang merupakan mitra kerja Komisi IX untuk membangun gedung Satuan Pelayanan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel BPVP) Kupang di Jalan Thamrin, Kota Kupang dengan anggaran sebesar Rp100 miliar.