Dalam kesederhanaan, Melki menyapa 1800 jiwa yang tersambung dalam jaringan digital, mempertegas bahwa tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat tak berhenti meski waktunya di Senayan telah usai.

Tidak saja meninggalkan jejak politik, Melki juga meninggalkan warisan nyata bagi tanah kelahirannya. Di bidang kesehatan, jejaknya terpahat jelas, memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Bahkan, di hari terakhirnya, Melki masih menorehkan sejarah baru dengan meletakkan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) GMIT Betlehem Oesapa, di Kota Kupang. Di bawah kolong langit Kota Kupang, tangan Melki kokoh memegang batu, menyusunya dengan keyakinan bahwa inilah pondasi bagi masa depan NTT yang lebih baik. Langkah kecil yang akan membawa perubahan besar.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan BLK GMIT Betlehem ini dihadiri yang mewakili Pj Walikota Kupang, Kadis Kelautan Perikanan Eben Doeka, Pdt Dr. Meri Kolimon dosen UKAW dan mantan Ketum Sinode GMIT, serta Ketua Pembangunan BLK juga sarana olahraga dan tempat parkir GMIT Betlehem Piet Djami Rebo, Pdt. Mersi dan Pdt Eli serta ratusan warga yang turut menyaksikan momen tersebut.