“Jadi kita bicara Stunting, memang membutuhkan kerja sama semua pihak.
Ketika sudah menikah dan hamil, kita harus memberikan nutrisi dan gizi,” sambungnya.
Melki yang juga adalah salah satu calon Gubernur NTT periode 2025-2030 itu menambahkan, keluarga memiliki peran yang penting dalam mencegah Stunting.
“Keluarga bisa menjadi lini terkecil yang sehat. Biasanya dia menjadi sumber kesehatan, kebaikan, dan hal-hal positif. Kalau keluarga menjadi keluarga yang harmonis dan sehat dan ketika ibu hamil ditangani dengan baik, saya pikir tidak ada Stunting,” tandas Melki Laka Lena.
Kepala Seksi Gizi KIA Dinas Kesehatan Provinsi NTT Siti Romla mengatakan, Stunting disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau asupan gizi yang terjadi dalam waktu yang lama, sejak anak berada dalam kandungan.
Menurutnya, pemerintah Provinsi NTT terus melakukan sejumlah upaya pencegahan sejak dini lewat anak remaja wanita.
Selain itu, sejumlah makanan tambahan sebagai asupan gizi terus diberikan kepada anak-anak yang kurang gizi atau yang mengalami Stunting.



Tinggalkan Balasan