Dengan memiliki lisensi wasit A nasional, maka Arif berharap agar pemerintah lebih giat lagi menggelar diklat untuk wasit-wasit di daerah. Sebagai wasit yang memiliki lisensi A nasional, Arif menyatakan, dirinya bersedia membantu NTT melahirkan lebih banyak lagi atlet tenis meja yang berprestasi.
“2028 itu NTT tuan rumah, dan kebetulan tenis meja mainnya di Kupang. Kita tuan rumah. Jangan sampai kita jadi penonton saja,” tegasnya.
Karena itu, Arif mengimbau kepada seluruh guru olahraga di NTT untuk mengikuti pelatihan wasit cabang olahraga tenis meja, untuk efek jangka panjang nanti.
“Mereka sebagai guru olahraga bisa tahu aturan tenis meja dengan benar seperti apa, dan mereka bisa mengajarkan dengan benar ke anak-anak di sekolah. Jangan sampai kita bawa bet yang tidak bisa digunakan. Padahal ada standar-standarnya,” terang Arif.
Sedangkan Arip Arianto Riwu, karyawan Bank NTT lainnya yang terpilih mewakili NTT di ajang PON Aceh-Sumut 2024 mengatakan, ia akan mewakili NTT pada cabor lomba menembak di kelas 25 meter benchrest.



Tinggalkan Balasan