“Bagi yang mengetahui operasi mesin ADM bisa langsung cetak dokumen kependudukannya, mau cetak e-KTP atau mau cetak KK ia tergantung kebutuhan masyarakat,” sebut Kim Taolin direspon tepuk tangan hadirin.

Kim Taolin yang juga wakil bupati Malaka saat ini, mengatakan selama ini banyak keluhan masyarakat terkait mengurus dokumen kependudukan tersebut.

“Kami punya masyarakat bagian foho/bagian pegunungan terlebih harus menjual ternak babi baru bisa pakai urus dokumen kependudukan, karena untuk mendapatkan e- KTP dan KK harus bolak balik Betun ibu kota Kabupaten Malaka untuk mengurusnya sedangkan jasa ojek mahal. Datang sampai kantor Dukcapil banyak alasan bahwa kepala dinasnya keluar dan lain sebagainya sehingga masyarakat pulang kembali dan besok datang lagi dan lagi itu yang membuat masyarakat rugi dalam mengurus dokumen kependudukan ini,” tegas Kim Taolin.

Atas alasan ini, Kim Taolin bersama Eduardus Bere Atok berkomitmen mendekatkan pelayanan dokumen kependudukan di setiap kecamatan yakni di 12 Kecamatan di Kabupaten Malaka ini.