Anggota DPR RI itu menyebut bahwa Kota Kupang adalah ikonnya NTT. Karena itu, kata dia, PAN sangat berhati-hati sebelum menentukan calon yang mereka usung.

Ia menegaskan, keputusan PAN mengusung Jefri Riwu Kora dan Adinda Lebu Raya di Kota Kupang, bukan sekadar hanya kebanggaan PAN untuk menang di Pilkada, tetapi dalam rangka menjaga martabat Kota Kupang sekaligus menjaga martabat provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Apa yang kita putuskan ini bukan hanya menyangkut kebanggaan Partai Amanat Nasional untuk menang di Pilkada, bukan. Tetapi lebih dari itu, kami menemukan Pak Jefri dan Ibu Adinda ini dalam rangka menjaga martabat Kota Kupang sekaligus menjaga martabat provinsi Nusa Tenggara Timur yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Menurutnya, semasa kepemimpinan Jefri Riwu Kore, Kota Kupang sangat berubah secara kasat mata.

“Turun dari bandara, lihat tamannya agak  bagus, ada patungnya bagus-bagus, agak bersih,” katanya.

Ahmad Yohan juga menyebut bahwa Jefri Riwu Kore adalah salah satu walikota terbersih. Menurutnya, tidak ada korupsi selama kepemimpinan Jefri Riwu Kore.