“Tentu kenapa saya harus pilih dia alasannya adalah keterwakilan wilayah, kalau Wae Ri’i dalam Pileg 2024 itu jumlah pemilihnya mencapai 20 ribu dan ini jumlah yang cukup banyak dan yang harus di perhitungkan,” tegasnya.
Hery menyebutkan, jikalau berkaca dari pengalaman politik Pilkada di tahun 2015 dan 2020 silam biasanya kecamatan Wae Ri’i selalu menjadi daerah pertempuran.
Sehingga lanjut dia, untuk bisa mengamankan dan memastikan itu tentu harus memilih salah satu putra dari wilayah Wae Ri’i. Akan tetapi yang paling terpenting menurut dia adalah memahami soal psikologi politik masyarakat yang ada di Wae Rii.
“Dalam pemilihan legislatif kali lalu, dari 10 kursi (dapil Langke Rembong-Wae Ri’i) yang diperebutkan itu tidak satupun yang menduduki atau memperoleh kursi. Karena itu kita berfikir bahwa sesuatu yang cukup fer bagi masyarakat Wae Ri’i mendapatkan jatah calon wakil bupati untuk sama-sama berlaga di 2024,” ungkapnya.
Ia menerangkan, Fabianus Abu merupakan salah satu kader dari partai Nasdem. Karenanya segala prosedur yang ada di internal partai pihaknya sudah lalui baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.



Tinggalkan Balasan